Balasan Untuk Orang Kafir Yang Menyekutukan Allah

Janganlah sekali kali menyekutukan Allah.
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ بَدَّلُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ كُفْرًا وَّاَحَلُّوْا قَوْمَهُمْ  دَارَ الْبَوَارِ ۙ
Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan ingkar kepada Allah dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?
[QS. Ibrahim: Ayat 28]
جَهَـنَّمَ ۚ  يَصْلَوْنَهَا ۗ  وَبِئْسَ الْقَرَارُ
yaitu Neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
[QS. Ibrahim: Ayat 29]
وَجَعَلُوْا لِلّٰهِ  اَنْدَادًا لِّيُـضِلُّوْا عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗ  قُلْ تَمَتَّعُوْا فَاِنَّ مَصِيْرَكُمْ  اِلَى النَّارِ
Dan mereka (orang kafir) itu telah menjadikan tandingan bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah (Muhammad), “Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ke neraka.”
[QS. Ibrahim: Ayat 30]

Haji Untuk Ibu

“Wahai Rasulullah, ibuku adalah orang yang tua renta, jika saya menggendongnya ia tidak dapat berpegangan, dan jika saya mengikatnya saya khawatir membunuhnya.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bagaimana pendapatmu seandainya ibumu memiliki hutang, apakah engkau akan membayarnya?” Orang tersebut berkata; “Iya”. Maka beliau bersabda: “Maka lakukanlah haji untuk ibumu.”
(HR. Nasa’i)

Jangan Buru-Buru Menuduh Sesama Muslim Dengan Tuduhan Kafir

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Seorang hamba tidak berkewajiban memenuhi nadzar pada sesuatu yang tidak dia miliki, pelaknat seorang mukmin adalah seperti pembunuhnya, dan barangsiapa menuduh seorang mukmin dengan kekufuran maka dia seperti membunuhnya, dan barangsiapa membunuh dirinya dengan suatu alat, niscaya Allah akan mengadzabnya dengan alat yang dia gunakan untuk membunuh dirinya pada hari kiamat.”
(HR. Tirmidzi)