Berhati-hatilah Dalam Talak Tiga

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ali bin Muhammad keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Jarir bin Hazim dari Az Zubair bin Sa’id dari Abdullah bin Ali bin Yazid bin Rukanah dari Bapaknya dari Kakeknya bahwa ia telah mencerai isterinya dengan talak tiga.
Lalu ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan menanyakannya, lantas beliau balik bertanya: “Apa yang kamu inginkan?” ia menjawab: “Talak satu.” Beliau kembali menegaskan: “Demi Allah, kamu tidak menginginkannya kecuali satu!? ia menjawab: “Demi Allah, aku tidak menginginkannya kecuali satu.”
Ia berkata, “Maka Beliau mengembalikan isterinya kepadanya.” Muhammad bin Hajah berkata, “Aku mendengar Abu Al Hasan Ali bin Muhammad Ath Thanafisi berkata, “Betapa mulianya hadits ini.” Ibnu Majah berkata, “Nama Abu Ubaid telah ditinggalkan oleh Najiah, sementara Ahmad melemahkannya.”
– HR. Ibnu Majah
 

Memberi Pilihan Talak

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Al A’masy dari Muslim dari Masruq dari ‘Aisyah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membuat pilihan untuk kami hingga kami pun memilihnya, dan sama sekali kami tidak ada keinginan memilih thalaq sedikitpun.”
HR. Ibnu Majah

Menolong Orang Yang Kesulitan

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat.”
HR. Ibnu Majah

Pahala Memberi Hutang Tanpa Riba

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair berkata, telah menceritakan kepada kami Bapakku berkata, telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Nufai’ Abu Dawud dari Buraidah Al Aslami dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa memberi kemudahan (dengan menangguhkan pembayarannya) kepada orang yang kesusahan, maka pada setiap harinya ia akan mendapatkan pahala sedekah. Dan barangsiapa memberikan kemudahan setelah jatuh tempo, ia juga akan mendapatkan pahala sedekah pada setiap harinya.”
HR. Ibnu Majah

Zakat Kepada Suami

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk membayar zakat,
lalu Zainab isteri Abdullah bertanya; “Apakah zakatku sah jika aku berikan kepada suamiku yang fakir dan anak saudaraku yang yatim, aku selalu bersedekah kepada mereka seperti ini dan seperti ini dalam setiap tahun?”
beliau menjawab: “Ya.” Ia berkata, “Zainab adalah wanita yang banyak beramal.”
(HR. Ibnu Majah)

Lerangan Menjual Budak Yang Bersaudara

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya berkata, telah menceritakan kepada kami Affan dari Hammad berkata, telah memberitakan kepada kami Al Hajjaj dari Al Hakam dari Maimun bin Abu Syabib dari Ali ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberiku hadiah dua budak bersaudara. Kemudian aku menjual seorang dari keduanya. Beliau lantas bertanya: “Apa yang sedang dilakukan oleh kedua budak itu?” Aku menjawab, “Aku telah menjual salah seorang dari keduanya.” Beliau bersabda: “Kembalikanlah.”
HR. Ibnu Majah

Orang Yang Mati Dijalan Allah Akan Terus Hidup

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Mundzir Al Hizami, telah menceritakan kepada kami Musa bin Ibrahim Al Harami Al Anshari, aku mendengar Thalhah bin Khirasy, aku mendengar dari Jabir bin Abdullah, ia berkata; ketika Abdullah bin Amru bin Haram terbunuh pada perang Uhud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Jabir!, Maukah engkau aku beritahu tentang apa yang dikatakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada ayahmu?” Aku katakan: “Tentu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak pernah berbicara kepada seorang pun kecuali dari balik hijab, tetapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala berbicara kepada Ayahmu berhadap-hadapan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: ‘Wahai hambaku, mintalah sesuatu dari-Ku, niscaya Aku memberikannya kepadamu, ‘ ia berkata; ‘Wahai Tuhan! Hidupkanlah aku kembali, hingga aku terbunuh kembali demi untuk-Mu yang kedua kalinya.’ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, ‘Hal itu telah berlalu dari-Ku, sesungguhnya mereka tidak dikembalikan.” la berkata wahai Tuhan! Sampaikanlah kepada orang-orang setelahku, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkana ayat: ” Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. “
HR. Ibnu Majah

Menikahi Wanita Merdeka

Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Ammar berkata, telah menceritakan kepada kami Sallam bin Sawwar berkata, telah menceritakan kepada kami Katsir bin Sulaim dari Adl Dlahhak bin Muzahim ia berkata; aku mendengar Anas bin Malik berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa ingin berjumpa dengan Allah dalam keadaan suci lagi disucikan maka nikahlah dengan wanita-wanita merdeka.”
HR. Ibnu Majah

Mantra Kreatif Ahli Kubur

.
Quburiyyun itu bener2 super kreatif, mereka launching do’a (alias mantra) yg isinya mengajarkan kesyirikan. Laa hawlaa walaa quwwata illaa billaah
.
.
‘Doa Fulus’ (dalam teks kitab quburiyyun)
.
.
.*Yaa robbana yaa quddus*
*Sahhil lanaa bil fulus*
*Kertas ijo yang alus-alus*
*Bibarkati habib husein al aydrus*
.
.
Allahul musta’an
.
Jelas ini suatu kesyirikan yang nyata
.
Ketahuilah, Allah Tidak Butuh Perantara, Karena Itu Adalah Syirik !!
.
.
Tidak ada kuburan keramat yg dapat mengqabulkan hajat, karena itu adalah perbuatan SYIRIK !!
.
.
Dalam berdoa kepada Allah, kita tidak perlu melalui perantara, karena hal itu termasuk perbuatan syirik. Allah Ta’ala berfirman yg artinya, “Dan mereka (kaum musyrikin) beribadah kepada selain Allah sesuatu yang tidak sanggup mendatangkan mudharat dan manfaat untuk mereka. Dan mereka beralasan, ‘Mereka itu adalah pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah’” (QS. Yunus : 18).
.
AllahTa’ala juga berfirman yang artinya, “Dan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai penolong mengatakan, ‘Sesungguhnya kami tidak menyembah mereka, melainkan hanya supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya’ ” (QS. Az-Zumar : 3)
.
Dalam dua ayat ini Allah menjelaskan kepada kita tentang alasan yg diajukan oleh kaum musyrikin untuk mendukung kesyirikan mereka. Mereka berkata bahwa mereka memiliki niat yg baik. Mereka hanya ingin menjadikan orang-orang shalih yg sudah meninggal sebagai perantara doa mereka kepada Allah. Mereka menganggap bahwa diri mereka penuh dengan dosa, sehingga tidak pantas untuk langsung berdoa kepada Allah. Sedangkan orang2 shalih memiliki keutamaan di sisi Allah. Mereka ingin agar semakin dekat dengan Allah dengan perantaraan orang2 shalih itu, ini adalah suatu kesalahan besar karena ini adalah suatu perbuatan syirik
.
Tidak ada yang mencela niat baik ini. Akan tetapi, lihatlah cara yg mereka tempuh. Mereka menjadikan kuburan sebagai perantara doa doa mereka. Ini adalah PERBUATAN SYIRIK !!
.
.
Allahu yahdik
.
.

Akhir Tragis Kematian Paman Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam

Akhir Tragis Kematian Paman Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam..
“Ketika Abu Thalib mendekati ajalnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk menemuinya dan di dekatnya ada Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah. Lalu beliau bersabda: “Wahai pamanku, ucapkanlah ‘Laa Ilaaha Illallah (tidak ada sesembahan yang berhak di sembah selain Allah) ‘ yang dengannya aku akan berhujah untuk membelamu di sisi Allah -Azza wa Jalla-.” Maka Abu Jahal dan Abdullah bin Umayyah berkata kepadanya; “Wahai Abu Thalib, Apakah kamu benci dengan agama Abdul Muthalib?”
Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Sungguh akan aku akan mintakan ampunan untukmu selama aku tidak dilarang.” Lalu turunlah ayat, “Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.” (Qs. At Taubah; 113).
(HR. Bukhari)