Nabi Isa Mendustai Penglihatannya

Telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Humaid bin Kasib berkata, telah menceritakan kepada kami Hatim bin Isma’il dari Abu Bakr bin Yahya bin An Nadlr dari Bapaknya dari Abu Hurairah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Isa bin Maryam melihat seorang laki-laki mencuri, ia pun berkata, “Apakah engkau mencuri?” laki-laki itu berkata, “Tidak, Dzat yang tidak ada Tuhan selain Dia! ” Isa lalu berkata, “Aku beriman dengan Allah dan mendustai penglihatanku.”
HR. Ibnu Majah

Konten Islami Lainnnya:

– Sholat Jangan Buru-Buru
– Komik Pahlawan Islam Anas bin Nadhar
– Komik Mantan Napi Berulah Lagi
– Bantuan Dari Allah Saat Kesulitan
– 3 Hal Yang Dilakukan Saat Bangun Untuk Sahur
– Kenapa Dia Begitu Cinta Al-Qur’an

– Hindari Berkata Kotor
– Perang Melawan Hawa Nafsu
– Jangan Mencari Keburukan Orang
– Komik Islami Tentang Cinta
– Jomblo Halu Kepengen Punya Istri

– Komik Islami Pakai Yang Kanan
– Komik Islami Simple
– Jangan Benci Muslimah Bercadar
– Waspada 3 Pintu Menuju Neraka
– Kalau Sholat Jangan Lari Larian

– Perlunya Kerjasama Dalam Rumah Tangga
– Baju Koko Vs Jersey – Komik Islami
– Dunia Hanya Sementara
– Komik Islami Bahasa Inggris
– Komik Islami Tarawih Surat Pendek

– Kisah Pendek Khutbah Jum’at
– Menunggu Punahnya Corona
– Komik Pendek Islami
– Jangan Pernah Menunda Ibadah
– Komik Islami Hitam Putih

– Parno Karena Batuk Corona
– Komik Islami Doa Pejuang Nafkah
– Komik Islami Muslimah Memanah Dan Tahajud
– Komik Islami Hidup Bahagia
– Komik Islami Nasehat Dan Renungan
– Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia Yang Sebenarnya

– Komik Islami Sakit Penggugur Dosa
– Komik Nasehat Islami Adab Menguap
– Lupa Rakaat Sholat – Komik Islami
– Komik Islami Saling Mendoakan
– Hari Pertama Puasa
– Adab Masuk Rumah Kosong

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com

Beriman Pada Allah Dan Hari Akhir

Telah mengabarkan kepada kami Hannad bin As Sarri dari Abu Mu’awiyah dari Al A’masy dari Zaid bin wahb dari Abdurrahman bin Abdu Rabbil Ka’bah, ia berkata; saya sampai kepada Abdullah bin ‘Amr dan ia dalam keadaan duduk di bawah naungan Ka’bah dan orang-orang berkumpul mengerumuninya. Abdurrahman berkata; saya mendengar ia berkata; ketika kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam suatu safar kemudian kami singgah disuatu tempat, diantara kami ada yang mendirikan tenda, dan diantara kami ada yang berlomba memanah, serta diantara kami ada yang sedang mengeluarkan kuda menuju tempat merumput, tiba- tiba penyeru Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyeru; shalat berjama’ah! Maka kami berkumpul lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berkhutbah kepada kami, beliau bersabda: “Sesungguhnya sesungguhnya tidak ada seorangpun nabi sebelumku melainkan ia akan menunjukkan umatnya kepada apa yang ia ketahui sebagai kebaikan untuk mereka, dan memperingatkan mereka terhadap apa yang ia ketahui sebagai keburukan bagi mereka dan umat kalian ini dijadikan keselamatannya dari apa yang membahakan agama ada dipermulaan mereka dan orang terakhir diantara mereka akan tertimpa bencana dan perkara-perkara yang mereka ingkari. Akan datang berbagai fitnah kemudian sebagian mereka mendorong sebagian yang lain, kemudian datang sebuah fitnah lalu seorang mukmin akan mengatakan; inilah kebinasaanku, kemudian fitnah tersebut hilang kemudian datang lalu ia berkata; ini adalah kebinasaanku, kemudian fitnah tersebut hilang. Barang siapa diantara kalian yang ingin dijauhkan dari Neraka dan masuk Surga maka hendaknya kematian menjemputnya dalam keadaan beriman kepada Allah dan Hari Akhir, dan hendaknya ia memberikan kepada manusia apa yang ia senang untuk diberikan kepadanya. Barang siapa yang membai’at seorang imam kemudian ia memberikan tangannya serta buah hatinya maka hendaknya ia mentaatinya sesuai dengan kemampuannya, kemudian apabila ada orang yang merebutnya maka penggallahnya.” Kemudian saya mendekat kepada beliau dan berkata; apakah engkau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan hal ini? Maka ia berkata; ya. Dan ia menyebutkan hadits tersebut.
HR. Nasa’i

Mengagungkan Allah Saat Rukuk

Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dia berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Sulaiman bin Suhaim dari Ibrahim bin ‘Abdullah bin Ma’bad bin ‘Abbas dari Bapaknya dari Ibnu ‘Abbas dia berkata; “Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu saat menyingkap tirai, sedangkan orang-orang sedang shalat di belakang Abu Bakar Radliyallahu’anhu, maka beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: ‘Wahai manusia, tidak tersisa lagi kabar kenabian kecuali mimpi yang benar, yakni mimpi yang dilihat atau diperlihatkan kepada seorang muslim.” Kemudian Beliau Shallallahu’alaihi wasallam menambahkan: ‘Ketahuilah, bahwa aku dilarang membaca saat ruku’ atau sujud, adapun dalam ruku’ maka agungkanlah Rabb kalian dan saat sujud maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena saat itu sangat mungkin sekali doa kalian dikabulkan’.”
HR. Nasa’i

Semut Yang Bertasbih

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seekor semut menggigit seorang Nabi di antara nabi-nabi, lalu Nabi tersebut menyuruh membakar sarang semut itu, lalu dibakarlah.
Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala mewahyukan kepadanya: “Apakah karena seekor semut yang menggigitmu, lalu engkau musnahkan suatu umat yang selalu membaca tasbih.”
(HR. Muslim)

Pahala Dan Nikmat Balasan Bersujud Pada Allah

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami al-Walid bin Muslim dia berkata, “Saya mendengar al-Auza’i berkata, telah menceritakan kepadaku al-Walid bin Hisyam al-Mu’aithi telah menceritakan kepadaku Ma’dan bin Abi Thalhah al-Ya’mari dia berkata, “Aku bertemu Tsauban, maula Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam,
lalu aku bertanya, ‘Kabarkanlah kepadaku dengan suatu amal yang jika kukerjakan niscaya Allah akan memasukkanku ke dalam surga disebabkan amal tersebut, -atau dia berkata, aku berkata, ‘Dengan amalan yang paling disukai Allah-, lalu dia diam,
kemudian aku bertanya kepadanya, lalu dia diam kemudian dia bertanya kepadanya yang ketiga kalinya.’
Dia menjawab, ‘Aku telah menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, maka dia menjawab,
‘Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, karena tidaklah kamu bersujud kepada Allah dengan suatu sujud melainkan Allah akan mengangkatmu satu derajat dengannya, dan menghapuskan dosa darimu dengannya’.” Ma’dan berkata, “Kemudian aku bertemu Abu ad-Darda’, lalu aku bertanya kepadanya, maka dia menjawabku seperti sesuatu yang dikatakan Tsauban kepadaku.”
HR. Muslim

Takut Pada Allah

Telah bercerita kepadaku ‘Abdullah bin Muhammad telah bercerita kepada kami Hisyam telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhriy dari Humaid bin “Abdur Rahman dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada seseorang yang melampaui batas atas dirinya (banyak berbuat dosa) dan ketika kematiannya sudah hampir dekat dia berpesan kepada anak-anaknya; “Jika nanti aku meninggal dunia, bakarlah jasadku lalu tumbuklah menjadi debu kemudian terbangkanlah pada angin. Demi Allah, 
seandainya Rabbku telah menetapkan pasti aku akan disiksa dengan siksaan yang tidak akan ditimpakan kepada seorangpun.
Ketika orang itu meninggal dunia, perintahnya pun dilaksanakan. Kemudian Allah memerintahkan bumi dengan berfirman: “Kumpulkanlah apa yang ada padamu”. Maka bumi melaksanakan perintah Allah dan orang tadi berdiri menghadap, lalu Allah Ta’ala bertanya kepadanya: “Apa yang mendorongmu melakukan itu?”.
Orang itu menjawab: “Wahai Rabb, karena aku takut kepada-Mu”. Allah Ta’ala pun mengampuninya”. Dan perawi yang lain berkata; “Karena takut kepada-Mu, wahai Rabb”. (menggunakan kata khauf sebagai ganti kata khasyyah).
HR. Bukhari

Allah Lebih Tau Yang Mau Menerima Petunjuk

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ  اَحْبَبْتَ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ ۗ  وَهُوَ اَعْلَمُ  بِالْمُهْتَدِيْنَ
Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
[QS. Al-Qasas: Ayat 56]
Tugas kita sesama muslim cuma menyampaikan, biarlah Allah yang memutuskan. Orang mana yang berhak mendapat hidayah dan orang mana yang memang sudah tercipta sebagai bahan bakar neraka.
Jangan lupa mengajak kepada kebaikan setiap hari ya saudara muslimku.

Berhijrahlah Karena Allah

dari Umar bin Al Khathab radliallahu ‘anhu. Dan dalam hadis Al Harits bahwa ia mendengar Umar berkata;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap amalan tergantung niat, dan setiap orang mendapatkan balasan dari niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya dicatat kepada Allah dan RasulNya. Sebaliknya barang siapa yang hijrahnya untuk dunia atau wanita yang hendak ia nikahi, hijrahnya sekedar mendapat tujuan hijrahnya.”
(HR. Nasa’i)
Konten Islami Lainnya:

– Komik Islami Pakai Yang Kanan
– Komik Islami Simple
– Jangan Benci Muslimah Bercadar
– Waspada 3 Pintu Menuju Neraka
– Kalau Sholat Jangan Lari Larian
– Perlunya Kerjasama Dalam Rumah Tangga
– Baju Koko Vs Jersey – Komik Islami
– Dunia Hanya Sementara
– Komik Islami Bahasa Inggris
– Komik Islami Tarawih Surat Pendek
– Kisah Pendek Khutbah Jum’at
– Menunggu Punahnya Corona
– Komik Pendek Islami
– Jangan Pernah Menunda Ibadah
– Komik Islami Hitam Putih
– Parno Karena Batuk Corona
– Komik Islami Doa Pejuang Nafkah
– Komik Islami Muslimah Memanah Dan Tahajud
– Komik Islami Hidup Bahagia
– Komik Islami Nasehat Dan Renungan
– Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia Yang Sebenarnya

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com

Dinaungi Allah Pada Hari Kiamat

Rasulullah Shallallahu’alaihiwasalam bersabda: “Apakah kalian tahu siapakah orang orang yang terlebih dahulu berada dalam naungan Allah AzzaWaJalla pada hari kiamat?” Para sahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Rasulullah bersabda: “Yaitu orang-orang yang jika diberi kebenaran mereka menerimanya dan jika dimintai untuk kebenaran mereka berkorban karenanya dan mereka menghukumi manusia sebagaimana mereka menghukumi diri mereka.”
HR. Ahmad

Allah Adalah Dzat Yang Paling Layak Ditakuti

Telah menceritakan kepada kami Suraij telah menceritakan kepada kami Suhail saudara Ibnu Abu Hazm Al Qatha’i berkata; telah menceritakan kepadaku Tsabit Al Bunani berkata; saya telah mendengar Anas bin Malik berkata; Pernah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam membaca ayat ini, “Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah, dia (Allah) adalah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun”. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Rabb kalian AzzawaJalla berfirman, Aku adalah Dzat (yang paling layak) ditakuti, dari dijadikan bersamaku ilah yang lain. Barangsiapa yang takut untuk menjadikan ilah yang lain bersamaku maka dia adalah orang yang layak Aku ampuni”.
HR. Ahmad